Ahli bantah makan daging kambing tingkatkan risiko hipertensi

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi daging kambing dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi. Meskipun daging kambing dikenal sebagai sumber protein yang baik, ahli kesehatan menolak klaim bahwa mengonsumsi daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah.

Menurut Dr. Adi, seorang ahli gizi terkemuka, konsumsi daging kambing sebenarnya tidak memiliki hubungan langsung dengan risiko hipertensi. “Hipertensi lebih sering terjadi akibat pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan berlemak tinggi dan kurangnya olahraga. Jadi, tidak benar jika mengatakan bahwa makan daging kambing dapat meningkatkan risiko hipertensi,” jelasnya.

Dr. Adi menyarankan agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan konsumsi daging kambing asal dikonsumsi dengan porsi yang sesuai dan seimbang. “Daging kambing mengandung nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah cara memasaknya, hindari penggunaan terlalu banyak garam dan minyak saat memasak daging kambing,” tambahnya.

Meskipun begitu, Dr. Adi juga menyarankan agar masyarakat tetap menjaga pola makan sehat dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan sumber protein lain seperti ikan dan ayam. Selain itu, penting juga untuk menghindari makanan cepat saji dan makanan olahan yang tinggi garam dan lemak.

Jadi, jangan terlalu takut untuk memasukkan daging kambing ke dalam menu makanan sehari-hari. Selama dikonsumsi dengan bijak dan seimbang, daging kambing tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat dan bergizi. Tetaplah menjaga pola makan sehat dan gaya hidup aktif untuk mencegah risiko hipertensi dan penyakit lainnya.